Organisasi dan Administrasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling Di Sekolah
By: Evi Muzaiyidah Bukhori (Mahasiswi PBA UIN Maliki Malang)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pelayanan bimbingan dan konseling meniscayakan
manajemen agar tercapai efisiensi dan efektivitas serta tercapainya tujuan yang
telah ditetapkan. Oleh sebab itu, setidaknya ada 3 alasan mengapa manajemen itu
diperlukan termasuk dalam dunia pelayanan bimbingan dan konseling: Pertama,
untuk mencapai tujuan.Kedua, untuk menjaga keseimbangan di antara
tujuan-tujuan yang saling bertentangan (apabila ada).Manajemen diperlukan untuk
menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan, sasaran-sasaran dan
kegiatan-kegiatan apabila ada yang saling bertentangan dari pihak-pihak
tertentu seperti kepala sekola dan madrasah, para guru, tenaga administrasi,
para siswa, orang tua siswa, komite sekolah dan madrasah, dan pihak-pihak
lainnya.Ketiga, untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.
Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan
suatu pekerjaan dengan benar atau merupakan perhitungan rasio antara keluaran
(output) dengan masukan (input). Efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih
tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Kepala sekolah dan Madrasah yang efektif atau coordinator layanan
BK yang efektif dapat memilih pekerjaan yang harus dilakukan atau metode yang
tepat untuk mencapai tujuan sekolah dan madrasah atau tujuan layanan BK.
Menurut Peter Drucker dalam T. Hani Handoko (1999), efektifitas adalah
melakukan pekerjaan yang benar, sedangkan efisiensi adalah melakukan pekerjaan
dengan benar.